Kamis, 26 Oktober 2017

sajak pertamaku

⛎ jangan sia siakan tinta itu. simpanlah aku dalam kenangan. ingatlah aku setiap apa yang kau ucap.dengarkan hatimu maka pena itu akan berjalan denganda sendirinya.

 ⛎kata kata ini belum terangkai apik. namun ketahuilah telah lama ku merangkainya. agar diriku sendiri percaya, masih ada langit biru disana.

⛎ mimpi itu telah pergi. cahayanya telah hilang. rambut iklannya telah berlalu. laut benar benar telah menenggelamkan nya, badai telah menghantamnya . namun, matahari pasti akan menerbitkan nya. wajahnya akan terlihat. ,di terpa senja yang sangat indah.

⛎ menit demi menit kian tak berarti. hanya bertambah 10 menit. seperti jarum jam yang tak bergerak. namun, waktu terus berjalan. sadarkah kini dimana aku. ?

⛎bukankah ia tak menyadari, bahwa mawar itu mengaguminya? kenapa mawar itu malu. ? rona merahnya terlihat jelas. takut bila melihat ia. seakan mawar itu tak memiliki duri yang selama ini melindunginya.

⛎ dan sekarang aku sangat takut jatuh. jatuh dari ketinggian? langit. ? bukan itu. jatuh ini sangat memilukan . jatuh sejatuh nya. jatuh dalam kebenaran yang terli kirim tak mungkin.